Semua tentang Tekinkom

Pada suatu keadaan, saya menemui seorang end user dalam dunia IT yang bertanya kepada saya “perlu nggak sih pake windows original?”. Saya menjawabnya dengan balik bertanya kepada orang tersebut “perlukah saya jawab?”. Dan orang tersebut hanya tersenyum sambil berkata “pastinya ‘iya’ kan..”.

Yup, basically secara logika apapun yang namanya “bajakan” adalah ilegal dan melanggar hukum, termasuk dalam konteks Windows ini. Tetapi saya tahu yang dimaksud orang tersebut bukanlah dari sisi hukum, melainkan dari sisi teknis dan “untung-ruginya” karena berkaitan dengan mengeluarkan uang untuk membeli license Windows original, dan keuntungan apa yang akan didapat. Hal ini menjadi sangat menarik karena kebanyakan orang hanya berpikir mengenai mahalnya license Windows.

Mari berangkat dari kata “mahal”. Mengapa disebut mahal karena harga 1 license windows memang terbilang cukup mahal (setidaknya bagi saya) yang berada di kisaran 150-300 USD. Tapi coba pikirkan lebih jauh. Jika kita menggunakan Windows bajakan, maka ada beberapa resiko yang harus dihadapi.

1. Terjerat Hukum
Sebenarnya mungkin masalah ini yang paling tidak dihiraukan oleh banyak orang, padahal justru berhadapan dengan pihak hukum akan membuat urusan menjadi lebih panjang dari sekedar re-format system seperti halnya bila terkena virus. Biasanya, razia terhadap software illegal dilakukan di perkantoran dan sarana umum seperti bandara, pelabuhan, atau bahkan stasiun kereta api.

2. Tidak Ada Dukungan Update & Patches
Bagaimana bisa mendapatkan update apabila Windows kita tidak “dikenali” oleh Microsoft? Microsoft memiliki mekanisme dalam memberikan update dan patches untuk produknya dengan cara melakukan verifikasi terlebih dahulu apakah software tersebut orignal atau bajakan. Verfikasi tersebut biasanya dilakukan Microsoft dengan melakukan checking terhadap serial number dan produk ID dari software yang dikeluarkannya. Jika ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada dalam algoritma dan database Microsoft, maka software tersebut akan dinyatakan sebagai software yang illegal. Dampaknya adalah, update dan patches yang tidak terinstal akan membiarkan “lubang-lubang” yang belum tertutup atau telah ditembus oleh para bad hacker, virus, dan worm untuk melakukan berbagai tindakan cybercrime.

 
Jika kita meninjau lebih jauh lagi, harga license tersebut akan terasa murah bila dibandingkan dengan biaya yang harus kita keluarkan akibat terjerat hukum, atau kehilangan data karena serangan virus. Memang menggunakan Windows original tidak berarti sudah terjamin keamanannya, tetapi setidaknya kita sudah selangkah kedepan untuk mulai menjauhi bahaya yang mengintai.
Saya pernah berbincang dengan seorang consultant IT Security dari Symantec. Beliau bercerita mengenai client-nya yang membeli produk proteksi dari Symantec. Produk tersebut berjalan dengan baik dan secara regular melakukan update untuk penyempurnaan, hingga pada suatu hari hampir seluruh komputer sang client mengalami berbagai gangguan keamanan. Sang consultant melakukan investigasi bersama tim ahli dari Symantec, ternyata didapati bahwa sang client tidak menggunakan software original dan tidak melakukan udpate patches. Pengalaman ini hanya sekedar gambaran, tidak berarti saya juga mempromosikan produk Symantec karena keadaan tersebut dapat pula terjadi pada aplikasi security lainnya seperti McAfee dsb.
So, will you change your Windows? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: